Tag

,

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia
Monday 22 June 1998 15:20 UTC

** TOPIK GEMA WARTA: BENARKAH PANGAB JENDERAL WIRANTO TIDAK BENAR-BENAR MENGUASAI ABRI?

……………………..

* BENARKAH PANGAB JENDERAL WIRANTO TIDAK BENAR-BENAR MENGUASAI ABRI?

POM ABRI yang Senin kemarin merayakan hari jadinya, masih menjadi sorotan masyarakat, karena kasus penculikan sejumlah aktivis, kasus Trisakti, kerusuhan, dan pembunuhan wartawan harian Bernas Udin yang hingga kini belum terungkap. Ulasan redaksi di Hilversum:

Komandan Puspom ABRI, Mayjen Syamsu Djalaluddin seusai perayaan hari ulang tahun POM ABRI, kepada wartawan Senin kemarin menegaskan, pihaknya tetap konsisten untuk mengungkap semua kasus yang ditangani, khususnya kasus penculikan sejumlah aktivis dan kasus penembakan di Universitas Trisakti.

Untuk mempercepat penyelesaian kasus tersebut, Mayjen Syamsu memohon bantuan semua pihak. Apabila masyarakat mengetahui sesuatu dan lain hal, maka diminta untuk menginformasikana kepada Puspon ABRI, ujarnya. Danpuspom ABRI juga mengungkapkan kekecewaannya atas beberapa saksi korban penculikan yang agak sulit dimintai keterangan. Contohnya Desmond Mahesa, ketika Puspon akan minta keterangan lanjutan, ternyata yang bersangkutan telah kembali ke Kalimantan. Sedangkan Waluto Djati yang juga diminta memberi kesaksian belum bersedia dengan alsan masih trauma. Demikian Mayjen Syamsu.

Memang, kasus penculikan sejumlah aktivis, beberapa waktu berselang, sempat menghilang dari perhatian masyarakat karena proses reformasi. Belakangan kasus ini muncul kembali setelah tiga orang korban penculikan lain menuturkan kesaksian mereka di YLBHI. Tidak ada hal baru dalam kesaksian ketiga korban penculikan ini, tetapi dengan kemunculan mereka, maka masyarakat kembali teringat bahwa kasus tersebut belum juga dituntaskan. Padahal, sebenarnya secara gamblang Desmond J. Mahesa, salah seorang korban, sudah mengungkapkan, baik lokasinya maupun beberapa orang pelaku yang sempat dikenali melalui logat suara.

Menurut Desmond Mahesa, ketika diculik dan diinterogasi, ia mengenali suara tiga perwira tinggi ABRI, masing-masing adalah Letjen Prabowo Subianto, Mayjen Syafrie Syamsuddin dan Brigjen Budi Silalahi. Namun hingga kini ketiga perwira tinggi ABRI itu tidak pernah dimintai keterangan oleh POM ABRI. Menurut seorang pengamat militer, dapat dimengerti kenapa kasus ini belum juga menemui titik terang. Bagaimana mungkim Danpuspom yang berbintang dua, mayor jenderal, berani memanggil seorang yang berbintang tiga, letnan jenderal, untuk dimintai keterangan. Di lain pihak, pengamat militer ini berpendapat, keseriusan Pangab Jenderal Wiranto dalam menangani kasus ini patut dipertanyakan.

Yang juga menarik, Mayjen Syafrie Syamsuddin yang seharusnya paling bertanggung jawab atas keamanan di Jakarta, ternyata setelah kerusuhan 14 Mei lalu juga tidak dikenai tindakan apa-apa oleh Pangab Jenderal Wiranto. Seperti diketahui, Pangab ketika itu baru mengambil tindakan tegas malam harinya, setelah Jakarta benar-benar porak poranda.

Sementara itu, sebuah sumber lain mengungkap, pada awal bulan Juni lalu, mantan Presiden Soeharto sempat mengadakan pertemuan dengan KSAD Jenderal Subagyo Hadi Siswoyo dan Pangdam Jaya Mayjen Syafrie Syamsuddin di Taman Mini Indonesia Indah. Dari sini bisa disimpulkan bahwa di belakang Pangab ternyata masih kuat sekali pengaruh Soeharto. Demikian sumber tadi.

Sumber: http://www.library.ohiou.edu/indopubs/1998/06/22/0010.html

Iklan