Tag

, , ,

Harian Pelita, .. Maret 2003
DPR Sepakat Kasus Tempo-Tomy Diselesaikan Lewat Hukum

Jakarta, Pelita – Komisi I DPR sepakat kasus tindak kekerasan yang dilakukan anak buah Tomy Winata terhadap Majalah Tempo, dituntaskan melalui jalur hukum dan kebebasan pers harus tetap dipertahankan.

Demikian antara lain kesepakatan yang diambil Komisi I DPR dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan pengusaha Tomy Winata, Dewan Pers, dan Majalah Tempo, Senin (17/3) di Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta.

Komisi I DPR juga mendesak kepolisian dan aparat hukum memproses dan menyelesaikannya, agar kelak tidak terjadi akibat yang lebih buruk. Demikian juga terhadap Dewan Pers harus proaktif menyelesaikan kasus-kasus yang menimpa pers dan segera mengeluarkan keputusan resmi, semacam fatwa.

Kesimpulan itu dikeluarkan Komisi I DPR setelah mendengarkan penjelasan dari masing-masing pihak yang terkait dalam kasus yang menimpa Majalah Tempo.

Dalam penjelasannya, Tomy Winata membantah semua dugaan maupun pertanyaan yang disampaikan anggota Dewan, terutama yang menyangkut bidang bisnis narkoba, judi yang digelutinya serta adanya dugaan bahwa dirinya telah membentuk milisi sendiri serta gangster melalui penghimpunan preman.

“Ironis, di saat saya membangun panti rehabilitasi narkoba, justru saya dituduh sebagai gembong obat terlarang itu. Di saat saya menampung preman dan mantan narapidana, saya dituduh membentuk gangster,” ujar Tomy menanggapi semua pertanyaan.

Bahkan, lanjut Tomy, kalau dirinya terbukti memperdagangkan narkoba, maka dia akan menghukum kepalanya sendiri. “Saya akan tembak kepala saya. Tolong taruh pistol di atas meja dan saya tembak kepala saya sendiri,” ujarnya.

Bantahan itu juga dilakukannya terhadap pertanyan anggota Komisi I dari F-Reformasi Mashadi, yakni bahwa dia sudah membeli polisi, tentara serta menjadikan kembali Sutiyoso sebagai Gubernur DKI Jakarta, seperti yang diungkapkan David alias Miauw di kantor Polres Jakarta Pusat.

Namun celotehan Tomy itu diinterupsi anggota Komisi I dari F-PDIP Trimedia Panjaitan, anggota Dewan dan masyarakat luas agar tidak luluh mendengarkan jawaban Tomy, karena banyak sekali kejahatan bisnis yang dia lakukan, salah satunya dengan Hartono.

Hancurkan Tomy

Anggota Komisi I F-PDIP lainnya, Zulvan Lindan menyerukan kepada masyarakat, agar menghancurkan Tomy Winata jika terbukti sebagai pedagang narkoba. “Catat di sini, saya pribadi Zulvan Lindan dari Aceh, tanpa butuh satu orang pun akan menghancurkan Anda. Allah yang mendampingi saya,” tegasnya.

Zulvan pun dengan ekspresi yang membara, menuding pengacara Tomy, Desmon J Mahesa yang mementahkan kembali RDPU yang sudah hampir menemui titik terang.

Sikap berang yang tak kalah dahsyatnya muncul dari Pimpinan Umum Majalah Tempo, Fikri Jufri. Dia menyangkal semua pernyataan Desmon, karena pada dasarnya persoalan yang dibicarakan di Komisi I DPR adalah masalah kekerasan yang dilakukan anak buah Tomy, bukan lagi masalah somasi.

“Anda ini menggunakan hukum rimba di negara hukum ini. Anda selalu menggiring masalah kepada persoalan somasi dan mengaburkan esensi persoalan hukum kekerasan yang dilakukan anak buah Tomy kepada Majalah Tempo,” teriak Fikri Jufri. (kh)

Sumber: http://www.pelita.or.id/baca.php?id=9390

Iklan