Tag

, , ,

Selasa, 12 Januari 1999

Detikcom, Jakarta. Para aktivis kembali menolak memberikan kesaksian dalam sidang terhadap 11 Tersangka Kopassus di Mahmil II Jakarta, Selasa (12/1/99). Sedangkan Haryanto taslam yang juga tampil sebagai saksi korban, walau tak kenal satupun terdakwa tapi malah bercerita rinci tentang peristiwa yang dialaminya saat penculikan.

Aan Rusdiana, dan Desmond J Mahesa yang dipanggil untuk bersaksi menyatakan menolak. Alasan terhadap keduanya tak sama. Menurut Aan, dia tak mau bersaksi karena kasus-kasus yang melibatkan ABRI masih banyak yang belum diselesaikan. “Buktinya sampai sekarang Kasus Aceh juga masih belum diselesaikan,” kata Aan.

Atas penolakan Aan ini, Kolonel CHK Susanto merasa menyesal. Meski hal itu adalah hak saksi. Namun dia menyarankan pada kesempatan lain Aan mesti cerita. “Saya menghargai alasan Anda yang memiliki solider dengan masyarakat Aceh, tapi bisa dilakukan di persoalan lain, bukan di sidang ini,” kata Susanto.

Sedangkan Oditur Militer Kolenel Harom Wijaya meminta Aan untuk memikirkan kembali keputusannya. “Jangan Anda ikut-ikutan orang lain. Tolong pikirkan. Sebagai kader harus punya sikap dan konsisten dan konsekuen. Sebab ini juga sesuai dengan laporan yang Anda berikan,” kata Harom.

Meski sudah dirayu dua orang itu, Aan tetap pada pendiriannya. Dia tak mau memberikan kesaksian. Hal itu juga diikuti oleh Desmond J. Mahesa yang dipanggil di urutan ketiga setelah Haryanto Taslam.

Desmond menolak bersaksi karena menganggap tak kenal dengan satupun terdakwa yang diajukan ke Mahmil itu. “Untuk apa saya bersaksi kalau saya tidak kenal satupun terdakwa,” katanya.

Dalam perkara ini saya mau bersaksi kalau diantara terdakwa itu saya kenal. Hal ini tak ada hubungannya dengan mereka. Bagaimana saya bisa bersaksi,” kata Desmond. Jadi Desmond memutuskan tak bersidang. Dengan keputusan ini, majelis hakim memberikan waktu untuk Desmond agar pikir-pikir.

Sementara Taslam, walau menolak bersaksi, tapi dia kembali menceritakan peristiwa penculikan yang dialami. Seperti halnya Aan dan Desmond, Taslam juga mengaku tak kenal dengan para terdakwa.

Namun demikian, dia mengungkapkan bagaimana dia diculik. Bermula tanggal 8 Maret ketika dia akan menemui rekannya di Pondok Pinang tiba-tiba mobilnya ditabrak Kijang yang diisi beberapa orang di dalamnya. Meski tak mempermasalahkan, ternyata penabrak itu kemudian malah mengajaknya masuk ke mobil Kijang. Kemudian Taslam pun ternyata diborgol dan ditutup matanya, sampai akhirnya dimasukkan ke sebuah sel. Dan dia baru dilepaskan pada April lalu.

Yang pasti, dari sidang ini, tak satupun saksi resmi mau memberikan kesaksian.

Sumber: http://www.detik.com/berita/199901/990112-1630.html
http://www.library.ohiou.edu/indopubs/1999/01/12/0016.html

Iklan