Tag

, , ,

Detik.com, Wed, 02 Jul 2003 17:03:00 WIB
”Tomy Mencari Kebenaran, Bukan Bikin Tempo Bangkrut”

Jakarta – Gugatan Tomy Winata senilai lebih dari Rp 300 miliar ke alamat Tempo Group bukanlah bertujuan membuat Tempo bangkrut. “Kalau ada pernyataaan Tomy berniat membuat Tempo bangkrut, jelas itu mlintir,”tandas pengacara Tomy Winata, Desmond J Mahesa.

Pernyataan Desmond itu membantah penyataan pengacara Tempo, Todung Mulya Lubis. “Tomy Winata sama sekali tidak berniat membuat Tempo bangkrut. Tujuan kami menggugat Tempo adalah untuk mencari kebenaran. Bukan untuk menbangkrutkan Tempo,”kata Desmond pada detikcom, Rabu (2/7/2003) pukul 15.30 WIB.

Perlu diketahui saja, Todung menyatakan, tindakan bos Artha Graha, Tomy Winata menggugat majalah Tempo dalam 4 kasus dengan menuntut ganti rugi ratusan miliar dinilai sengaja untuk membuat bangkrut majalah tersebut. “Itu niatan dari pihak tertentu untuk meruntuhkan moral wartawan dan sekaligus membangkrutkan Tempo,” kata salah seorang kuasa hukum Tempo, Todung Mulya Lubis, dalam jumpa pers di kantornya, Wisma Bank Dharmala, Jl. Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (2/7/2003).

Tuduhan Todung itu jelas-jelas disangkal oleh Desmond. “Tak ada niat Tomy Winata membuat Tempo bangkrut. Tempo sebenarnya bisa melakukan koreksi sendiri jika sampai bangkrut,”kata Desmond berapi-api.

Masih dikatakan Desmond, Tempo telah bekerja secara tidak profesional dan melakukan fitnah. Kemudian orang yang difitnah menggugat ratusan miliar rupiah. “Kalau kemudian Tempo kalah dan bangrut, ya jangan salahkan yang menggugat. Sebab kebangkrutan itu terjadi justru karena kesalahannya sendiri,”kata Desmon.

Dalam hal gugatan terhadap majalah Tempo tersebut, Desmond sendiri dipercaya sebagai penghubung antara para pengacara dengan Tomy. Sebab gugatan ke alamat Tempo itu dipecah menjadi 4 gugatan dan masing-masing memiliki pengacara sendiri-sendiri.

4 Gugatan yang nilainya lebih dari Rp 300 miliar itu yang pertama gugatan ke alamat Goenawan Muhammad (GM). Gugatan dengan pengacara Irman Umar ini dimasukan ke PN Jakarta Timur pada 5 Juni 2003 lalu. “Tomy menggugat atas pernyataan GM bahwa negara jangan sampai jatuh ke tangan premanisme apalagi Tomy Winata,”kata Desmond.

Kedua, gugatan Tomy Winata ke alamat Koran Tempo berkaitan dengan berita yang dimuat pada 6 Februari 2003. Berita itu isinya soal Tomy akan membuka kasino di Kendari. “Berita itu jelas-jelas fitnah,”kata Desmond. Untuk gugatan ini Tomy mempercayai pengacara Januardi Cs. Gugatan dimasukan ke PN Jakarta Selatan, 5 Juni 2003.

Ketiga, Tomy menggugat berita Tempo yang menghebohkan yang berjudul “Ada Tomy di Tenabang”. Berita ini dimuat Tempo pada edisi 3 Maret 2003. Pengacara Tomy untuk kasus ini adalah OC Kaligis. Gugatan dikirim ke PN Jakarta Pusat, pada 5 Juni 2003 juga.

Sedangkan gugatan ke-4 ke alamat wartawan Tempo, Ahmad Taufik. Gugatan ini berkaitan dengan kronologis penyerbuan Tempo yang ditulis Ahmad Taufik. “Pada poin terakhir dalam tulisan Ahmat Taufik itulah inti yang digugat Tomy,”kata Desmond. Disebutkan Desmond, pada poin terakhir testimoni Ahmad Taufik tertulis Tomy Winata adalah bandar judi, narkoba, dll.

Sumber: http://cybermed.cbn.net.id/cbprtl/cybernews/detail.aspx?x=General&y=cybernews|0|0|4|1861

Iklan