Tag

, , ,

RakyatMerdeka29112009Minggu, 29 November 2009, 00:06:04 WIB

Benarkah Anda menggalang aksi mosi tidak percaya terhadap ketua Komisi III? 
Kalau penggalangan politik tidak. Namun, kalau ada pernyataan sikap dari beberapa anggota tentang mosi tidak percaya kepada ketua Komisi itu benar. Pernyataan kami muncul karena sikapnya yang suka-suka saja dalam memimpin sidang. Sebab, kalau sidang tidak berjalan baik, akhirnya yang dikecam oleh masyarakat adalah institusi Komisi III, bukan hanya Benny K Harman sebagai ketua komisi. 

Kami, sebagai anggota dari komisi III, tentu tidak ingin kalau dinilai bahwa komisi yang membidangi masalah hukum dikatakan menjadi milik pemerintah. Misalnya, karena rapat dengar pendapat dengan kapolri dan terlihat diam saja, akhirnya masyarakat menilai kalau Komisi III adalah corongnya kepolisian. Padahal, itu tidak benar. Apalagi, kita tahu kalau Benny itu adalah representatif dari Partai Demokrat. Jangan sampai orang mengganggap kalau Komisi ini adalah stempel dari Partai Demokrat atau corong bagi pemerintah. 

Sikap dan latar belakang politik Benny itulah yang membuat kita melihat ada keanehan terhadap gaya kepimpinannya. Sehingga akhirnya, kami di Komisi III seolah-olah ada di bawah Demokrat. Padahal, pandangan politik kita berbeda. Untuk itu, seharusnya perbedaan seperti inilah yang diperhatikan oleh pimpinan sidang. 

Kami ingin menegaskan bahwa anggota Komisi III tidak sama dengan Benny. Ketidakberesan dalam internal di Komisi III, jangan sampai rakyat menilai ini sebagai masalah bersama. Karena jangan sampai apa pun yang terjadi di Komisi III belakangan ini, dianggap sebagai produk Komisi III. 

Apakah benar ketua Komisi sering memutus sidang secara sepihak?
Sikapnya justru cenderung arogan, merasa paling berkuasa, mengingat dirinya berasal dari partai penguasa. 

Misalnya, dalam melihat masalah yang dihadapi pimpinan KPK nonaktif Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, kita harus hati-hati. Masalahnya, ketua Komisi memutuskan penundaan sidang sampai awal tahun. Kalau sidang baru dimulai awal tahun, maka bisa diberhentikan dari KPK karena tidak melakukan apa-apa akibat tidak ada sikap politik dari Komisi III. 

Hal itulah yang sebenarnya menjadi kekhawatiran teman-teman di Komisi III. Seandainya sebelum terbit Perppu Plt Pimpinan KPK keluar kita dimintai pandangannya mengenai hal itu, tentu kita akan menolaknya. Sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK), Bibit dan Chandra harus dikembalikan ke posisinya semula. 

Kami mengkhawatirkan ada upaya untuk tak menjalankan putusan MK sehingga nanti ada alasan untuk memberhentikan Bibit dan Chandra. Kami sedang mencermati alasan-alasan penundaan sidang yang begitu lama. Kami, dari Fraksi Partai Gerindra, sudah berkomitmen kalau ada skenario penundaan sidang ini untuk membuka peluang pemecatan terhadap Bibit dan Chandra, maka kami akan menentangnya. 

Apa target dari mosi tidak percaya ini?
Dengan kepemimpinan seperti itu, maka jelas itu merugikan semuanya, termasuk rakyat sendiri. Karena itu kami tidak percaya dengan kepemimpinan Benny K Harman. Sebab, harus dia tidak bisa membedakan kepentingan partainya dengan perannya di komisi ini. Kalau itu tidak bisa membedakan hal itu, lebih baik dia mundur saja dari jabatannya sekarang. Sebab tidak menutup kemungkinan kami mendesak dirinya untuk diganti jika selalu berbuat seperti itu. 

Selama ini kita perhatikan, sudah ada beberapa catatan mengenai dirinya sebagai seorang ketua komisi. Mulai dari rapat dengan Kapolri, Kejaksaan Agung, dan terakhir, Gayus Lumbuun sampai keluar saat rapat kerja dengan institusi tersebut. Apakah dengan memintanya (Gayus) turun dari kursinya, merupakan solusi yang terbaik? 

Yang harus diingat, dia terpilih sebagai ketua komisi bukan karena dipilih oleh anggota komisi, tetapi karena dipilih oleh fraksinya. Kami tidak pernah memilihnya untuk menjadi pemimpin kami di Komisi III ini. Jadi, kalau kami meminta agar dia diganti, sah-sah saja dengan alasan pelanggaran kode etik dewan yang menempatkan kepentingan dirinya dan partainya saja, bukan sebagai anggota DPR. 

Kalau diduga melanggar kode etik mengapa tak dilaporkan ke Badan Kehormatan?
Kita akan kaji sejauh mana dia melanggar etika anggota dewan, undang-undang yang ada dan hal lainnya lagi. Bukti-bukti tersebut selanjutnya akan kita sampaikan kepada Dewan Kehormatan untuk ditindaklanjuti, Proses selanjutnya tinggal menunggu siapa pengganti Benny. 

Bila dia dicopot lalu siapa yang akan dipilih sebagai peng�gantinya?
Hal itu kita serahkan kepada Fraksi Demokrat untuk memilihnya. Yang kita inginkan orang yang memimpin komisi harus bijak dalam membedakan kepentingan politik partainya dengan peran dirinya sebagai ketua komisi. Pada dasarnya, tuntutan yang kita lakukan ini bukan kepada Benny secara personal, melainkan gaya kepimpinannya yang tidak piawai dalam membawa aspirasi, dan belakangan cenderung membuat keputusan sepihak. 

Sebenarnya saya mengenal Benny sebagai politisi yang cerdas, kritis dan berani. Mungkin karena posisinya yang selalu mendapatkan tekanan, akhirnya dia kurang bijak dalam menempatkan dirinya pada posisi ketua komisi dan kader partai.

 

Iklan