Tag

, ,

Senin, 11/01/2010 10:04 WIB
Sel Mewah Napi
Menkum HAM Seharusnya Malu & Segera Tindak Tegas Kepala Rutan
Muhammad Taufiqqurahman – detikNews

Jakarta – Sidak Satgas Pemberantasan Mafia Hukum di LP Wanita Pondok Bambu, Jakarta Timur, menguak praktek jual beli kamar dan fasilitas mewah di penjara. Seharusnya, Menteri Hukum HAM Patrialis Akbar malu atas perilaku bawahannya.

“Bisnis seperti ini bukan hal yang baru di Lembaga Pemasyarakatan. Ini juga bukan hal yang baru yang ditemukan oleh Satgas. Harusnya Menkum HAM malu atas kejadian ini dan menindak tegas pelakunya,” ujar anggota Komisi III DPR RI Desmond J. Mahesa kepada detikcom, Senin (11/1/2010).

Sebagai bisnis terselubung di lembaga pemasyarakatan, orang-orang yang terlibat bisnis fasilitas di LP semisal sipir seharus secepatnya ditindak secara tegas.

“Ada bisnis kamar, perlindungan, dan narkoba. Harus ada proses konsekuensi misalnya dengan menyelidiki siapaun yang terlibat. Penindakan terhadap kepala rutan Pondok Bambu harus dilakukan karena ini telah melanggar,” katanya.

Bagi Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, proses sidak jangan terhenti di sini saja namun perlu dilakukan di tempat-tempat lain dan bisa memberikan keadilan bagi sesama narapidana di dalam lembaga pemasyarakatan.

“Coba juga lihat tahanan yang ditahan oleh KPK dan kepolisian. Nanti apakah ada perbedaan antara orang miskin dan orang kaya,” pungkasnya.

Satgas melakukan sidak di Rutan Pondok Bambu, Minggu (10/1/2010) kemarin malam. Mereka memeriksa beberapa sel termasuk yang ditempati Artalyta Suryani alias Ayin. Napi 5 tahun kasus suap ini memiliki dua ruangan khusus, selain sel penjara.

Ruangan khusus Ayin terletak di lantai tiga. Ruangan 8×8 ini berisi ranjang, AC dan TV layar datar serta meja kerja. Ruangan itu seharusnya menjadi ruang kantor petugas LP, namun disulap menjadi kamar setara hotel berbintang.

Selain Ayin, Satgas juga menemukan hal serupa di sel napi narkoba, Aling. Selain AC dan TV di kamarnya di lantai dua, Aling juga mempunyai fasilitas karaoke mewah.(fiq/lrn)

Sumber: http://www.detiknews.com/read/2010/01/11/100401/1275568/10/menkum-ham-seharusnya-malu-segera-tindak-tegas-kepala-rutan

Iklan