Tag

, , ,

Selasa, 16 Februari 2010 | 13:45 WIB
Peta Pansus Bank Century Potensial Berubah
Oleh: R Ferdian Andi R

INILAH.COM, Jakarta Jika saat pandangan awal fraksi di Pansus Hak Angket Bank Century posisinya tujuh fraksi kritis dan dua fraksi mendukung kebijakan bailout, maka menjelang kesimpulan akhir peta kekuatan itu bisa saja berubah drastis bahkan berbalik arah. Inilah permainan politik!

Pansus Century tidak bisa dipungkiri merupakan instrumen politik yang dimiliki oleh parlemen. Atas dasar inilah, kalkulasi politik cukup dominan dalam menentukan kesimpulan akhir yang dilakukan pada Rabu (18/2) besok.

Jika saat pandangan awal fraksi posisi 7:2 yang didominasi fraksi yang kritis dengan bailout. Bisa saja, akhirnya nanti komposisinya berubah menjadi 3:6, 4:5, 8:1 atau justru 9:0. Potensi formasi itu masih terbuka hingga detik-detik terakhir.

Menurut anggota Pansus Hak Angket Bank Century dari Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo, potensi perubahan peta itu terbuka apalagi di detik-detik menjelang pengambilan keputusan. Ia memprediksikan PAN dan PPP akan berbalik arah merapat ke Partai Demokrat. Ketua Umum kedua partai itu kan menjadi anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II, ujarnya memberi alasan.

Jika kekhawatiran Bambang terbukti, maka peta kekuatan berubah menjadi 4:5; empat fraksi mendukung bailout (FPD, FPAN, FPPP, dan FPKB) dan lima fraksi (FPG, FPKS, F-Hanura dan F-Gerindra) kritis terhadap bailout.

Meski demikian, jika dilakukan voting, formasi ini masih belum aman bagi Partai Demokrat untuk menggunduli Pansus Bank Century. Karena jika ditotal jumlah anggota pansus dari gerbong Fraksi Demokrat hanya 14 anggota pansus. Dengan demikian asumsinya, 16 anggota lainnya kritis terhadap bailout Bank Century.

Situasi ini jelas tidak menguntungkan bagi Partai Demokrat. Posisi partai koalisi seperti Partai Golkar dan PKS tampaknya tak bisa diharapkan lagi oleh Partai Demokrat untuk memobilisasi kekuatan.

Salah satu cara yang dilakukan Partai Demokrat mau tidak mau mendekati tiga partai lainnya yang tidak terlibat di koalisi SBY-Boediono yaitu PDIP, Gerindra, dan Hanura. Dalam perkembangan terkini, PDIP dan Hanura juga masih kukuh untuk tetap membuka kasus ini secara terang benderang ke publik.

Adapun Gerindra dalam perkembangan terkini terjadi dinamika internal. Seperti fenomena pemecatan Desmond J Mahesa dari Sekertaris Fraksi Gerindra DPR RI oleh Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto karena Desmon dianggap otak di belakang layar terkait penyampaian fraksi ke pers tentang wacana pemakzulan Presiden SBY.

Termasuk pengakuan anggota Pansus Angket Century dari F Gerindra Ahmad Muzani yang mengaku mendapat sejumlah tawaran dari pihak tertentu terkait posisinya di Pansus Hak Angket Bank Century. Menjelang kesimpulan akhir memang macam-macam bentuknya, ada yang diajak ngomong, diajak main, diajak bercanda, dan diajak bicara dari hati ke hati. Salah satunya dalam bentuk teror itu. Saya sendiri diajak bercanda ujar Muzani enggan menjelaskan maksud bercanda.

Situasi ini juga diamati Bambang Soesatyo. Menurut dia, indikasi goyahnya Gerindra di Pansus Century terlihat saat menyikapi pandangan awal fraksi awal Pebruari. Gerindra salah satu fraksi menolak pandangan awal fraksi. Saya khawatir Gerindra goyah. Sejak pandangan awal fraksi, Gerindra tidak sepakat. Kalau ini terjadi bisa draw petanya, ujarnya. Jika ini terjadi maka peta kekuatan antara yang kritis dan setuju fifty-fifty.

Sementara pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Bachtiar Effendi menilai Presiden SBY pada akhirnya akan menahan diri terkait kasus Bank Century. Dekan FISIP UIN Jakarta ini menegaskan, pada akhirnya Presiden SBY akan mengikuti apa saja yang akan lahir dari Pansus Bank Century. Pada akhirnya SBY akan menginstruksikan partai agar ikut dengan PKS dan Partai Golkar (ikut kritis dalam penyikapan kasus Bank Century), ujarnya.

Jika prediksi Bachtiar terbukti, maka peta kekuatan akan menjadi 8:1. Praktis hanya PKB pimpinan A Muhaimin Iskandar yang setuju proses bailout. Meski formasi ini banyak yang menilai mustahil terjadi, namun bisa saja hal ini terjadi.

Jika pada akhirnya Partai Demokrat kritis terhadap proses bailout dalam kesimpulan akhirnya, bisa saja, PKB yang sedari awal mengikuti arahan dari Partai Demokrat akan turut serta di barisan fraksi yang kritis terhadap bailout. Pada akhirnya formasinya 9:0; sembilan fraksi seluruh DPR kritis terhadap bailout.

Pilihan politik masing fraksi-fraksi akan terlihat kepada publik terutama saat penentuan saat penyusunan rekomendasi pansus terutama saat menyebut nama-nama yang terindikasi pidana korupsi, pidana umum, atau pidana perbankan atau bebas tidak bersalah atau justru bersalah. Di posisi inilah, akan terjadi perdebatan krusial antarfraksi di DPR. Karena penyebutana nama-nama tersebut akan berdampak pada penyerahan nama ke KPK, Kepolisian, atau justru ke Mahakamh Konstitusi (MK) yang tentunya melalui mekanisme perundang-undangan yang ada. [mor]

Sumber: http://nasional.inilah.com/read/detail/348091/peta-pansus-bank-century-potensial-berubah#.UzUgQs5peVk

Iklan