Tag

, , , ,

Selasa, 13 April 2010 19:49 WIB
Laporan wartawan Tribunnews.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Politisi Partai Gerindra, Desmond J Mahesa  mengaku tergugah hatinya untuk mencari kebenaran melalui Mahkamah Konstitusi. Mantan aktivis 98 ini kemudian melalui kuasa hukumnya Farhat Abbas,  mengajukan uji materil hak menyatakan pendapat yang tertuang dalam  UU Nomor 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD  atau UU MD3. Desmond kemudian mengaku, sudah mempersiapkan para ahli tata negara terkait gugatannya.

“Kalau dikatakan ini bagian dari rencana pemakzulan, menurut saya nanti dululah karena ada tahapannya.  Sekarang ini, kita berbicara dulu soal wibawa DPR tentang kasus Bank Century yang sampai saat ini tidak ada tindaklanjutnya. Padahal, dalam kesimpulannya jelas bahwa,  dalam kasus Bank Century itu ada pelanggaran hukum. Saya yang merasa bertanggung jawab soal ini harus bersikap konsisten, kalau tidak, ya malu-maluin saja,” kata Desmond saat ditemui di DPR, Selasa (13/4/2010).

“Sikap saya ini memang bersifat pribadi, tidak berkonsultasi terlebih dahulu kepada fraksi. Bicara soal judicial revieuw (uji materil) itu bicara hal lain. Saya ingin mengembalikan bagaimana  soal hak menyatakan pendapat itu, sama seperti UUD. Dan kalau memang berbicara secara politik, ini memang akan berimbas pada impeachment kalau dikabulkan. Kita ini sedang berbicara soal bangsa,” Desmond menegaskan.

Ia kembali menjelaskan niatnya yang melakukan uji materil tentang tata cara hak menyatakan pendapat DPR. KPK, sebagai lembaga pemberantas korupsi yang indenden, sampai saat ini tidak bisa menjelaskan kepada publik, sampai sejauh mana penanganan kasus skandal Bank Century ini dilaksanakan atas rekomendasi DPR melalui sidan paripurna beberapa waktu lalu.

“Nah, kalau tidak kita dorong dengan cara seperti ini (uji materil), mungkin sampai pemerintahan ini berakhir, kasus skandal Bank Century tidak akan pernah disentuh-sentuh. Dan saya juga ikut menandatangani untuk melakukan penggalangan hak menyatakan pendapat DPR, sesuai aspirasi fraksi saya dengan cara spontanitas, ” ujarnya.

Selain Desmond, beberapa inisiator Hak Angket Kasus Bank Century DPR menyatakan dukungannya untuk menggalang hak menyatakan pendapat.  Diantaranya, Akbar Faisal (Hanura) Bambang Soesatyo (Golkar), Maruarar Sirait (PDI-P) serta adik kandung Gus Dur, Lily wahid (PKB).

Desmond kemudian berujar,  sudah beberapa saksi ahli yang dipersiapkan terkait  uji materil hak menyatakan pendapat ke Mahkamah Konstitusi.  Beberapa pakar tata negara di antaranya, Harun Al Rasyid, Irman Putra Sidin, Satya Arinanto dan beberapa paka hukum tata negara lainnya.

“Kami akan mencoba mereka-mereka memberikan penjelasannya nanti. Karena tidak ada alasan bagi MK untuk menolak karen saya anggap  hak menyatakan pendapat tidak sesuai dengan undang-undang dasar. UU ini berlebihan dengan undang-undang dasar,”  Desmond menegaskan.

Sumber: http://www.tribunnews.com/nasional/2010/04/13/desmond-j-mahesa-siapkan-ahli-tata-negara

Iklan