Tag

, , ,

Formatnews, 5 Mei 2010

Jakarta: Sejumlah anggota Komisi III DPR RI mempertanyakan status Hendarman Supandji sebagai jaksa agung karena seharusnya jabatannya berakhir pada era Kabinet Indonesia Bersatu I.

Hal tersebut terungkap dalam Rapat Kerja (Raker) antara Jaksa Agung dengan Komisi III DPR RI, di Jakarta, Rabu.

Anggota Komisi III DPR, Desmond J Mahesa, menyatakan kelazimman pada 22 jaksa agung sebelumnya, jabatan mereka berakhir saat masa kerja kabinet usai.

“Di dalam Undang-Undang memang tidak diatur, tapi ada konvensi dari 22 jaksa agung sebelumnya bahwa tugas mereka berakhir seiring berakhirnya satu kabinet,” katanya.

Seharusnya, menurut dia, masa kerja Jaksa Agung, Hendarman Supandji berakhir seusai kerja Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I.

Menanggapi pertanyaan itu, Jaksa Agung, Hendarman Supandji, menyatakan dirinya diangkat sebagai jaksa agung pada 9 Mei 2007 dan pengangkatan itu merupakan hak prerogratif dari presiden.

“Saya juga mempertanyakan mengapa tidak diambil sumpah (seusai berakhirnya Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I), mengapa saya tidak di fit and proper test,” katanya.

Kemudian, menurut Hendarman, dirinya mendapatkan penjelasan bahwa masa jabatannya akan berakhir bersamaan pergantian Kapolri dan Panglima TNI.

“Saya sendiri siap untuk berhenti dari jabatan sebagai jaksa agung,” katanya.*ant-cs*

Sumber: http://formatnews.com/v1/view.php?newsid=46391

 

Iklan