Tag

, , , ,

Korupsi Sisminbakum
Panja “Susno” Endus Ada Mafia Kasus di Belakang Hartono
Sabtu, 15 Mei 2010 00:23 WIB
Laporan wartawan Tribunnews.com, Vanroy Pakpahan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
 – Keberadaan panitia kerja (Panja) penegakan hukum alias Panja Susno di Komisi III DPR akan dimanfaatkan bukan hanya sekedar membahas proses penangkapan dan penahanan, Komjen Pol Susno Duadji.

Komisi III juga akan menggunakan Panja Susno ini untuk mempertanyakan kejanggalan dalam kasus korupsi senilai Rp 410 miliar dalam pengadaan Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum) Direktorat Jenderal (Ditjen) Administrasi Hukum Umum (AHU) Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (Depkumham).

“Komisi III akan terus mempertanyakan kenapa jaksa sepertinya tidak dapat memanggil paksa Hartono Tanosoedibyo untuk hadir di persidangan,” kata Desmond J Mahesa, anggota Komisi III DPR, di Jakarta, Jumat (14/5/2010).

Dirinya mencurigai adanya satu kekuatan besar, seperti mafia kasus yang mampu melindungi Hartono untuk tidak hadir di persidangan dengan alasan sakit. ”Ini sudah tidak murni hukum lagi, ada satu kekuatan besar, yang berada di belakang Hartono, sehingga mampu mangkir selama lima kali di persidangan,” katanya.

Apalagi kemudian, dilanjutkannya, kejaksaan akhirnya justru mewacanakan pembacaan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Hartono saja di muka persidangan. “Dalam BAP itu pastinya berisi hal-hal yang meringankan dan menguntungkan kedudukan Hartono, bagaimana kejaksaan dapat bersikap seperti itu? Dengan hanya membacakan BAP saja? Seharusnya, JPU harus tegas, dan memanggil paksa Hartono. Tapi kenapa kejaksaan tidak melakukannya? Karena itu, akan terus kami pertanyakan kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) tindaklanjut terhadap kasus tersebut, terutama yang menyangkut Hartono,” tukasnya.

Seperti diketahui, Hartono telah lima kali mangkir saat dipanggil menjadi saksi di pengadilan. Selama ini, Hartono beralasan sakit, sehingga kejaksaan sulit untuk mendapatkan keterangan dari Hartono. Kejagung sendiri berencana untuk membacakan BAP Hartono.

Hartono dipanggil PN Jakarta Selatan, untuk dimintai keterangannya sebagai saksi kasus Sisminbakum. Hartono dianggap mengetahui pengoperasian Sisminbakum, karena perusahaannyalah yang menjalankan Sisminbakum, bekerjasama dengan Depkumham.

Nama Hartono dan mantan Menteri Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra, disebut dalam surat dakwaan dua terdakwa kasus Sisminbakum sebelumnya. Dalam dakwaan, keduanya disebut turut bersama-sama terlibat dalam kasus tersebut, bersama dengan mantan Dirjen AHU Depkumham, Romli Atmasasmita.

Meski sudah disebut dalam dakwaan, namun hingga kini, Kejagung belum menetapkan status tersangka bagi keduanya. Padahal, Romli sendiri telah menjadi terpidana dua tahun penjara dalam kasus yang merugikan keuangan negara Rp 400 miliar itu.

Sumber: http://www.tribunnews.com/nasional/2010/05/15/panja-susno-endus-ada-mafia-kasus-di-belakang-hartono

Iklan