Tag

, , , ,

Jumat, 9 April 2010 | 16:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tiga anggota Badan Anggaran DPR, yaitu Bambang Soesatyo (Fraksi Golkar), Desmon J Mahesa (Fraksi Gerindra), dan Erick Satria Wardana (Fraksi Hanura) memboikot rapat Badan Anggaran dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (9/4/2010). Mereka meninggalkan ruang rapat.

Ketiganya bersikukuh bahwa Sri Mulyani tidak berhak berbicara atas nama pemerintah dalam pembahasan APBN Perubahan 2010. Alasannya, DPR telah memutuskan bahwa Sri Mulyani termasuk pihak yang bertanggung jawab dalam kasus Bank Century.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR, Yorrys Raweyai, menengahi bahwa jadwal pembahasan sangat padat dan APBN Perubahan 2010 telah menjadi sorotan masyarakat. “Saya harapkan teman-teman memahami substansi acara hari ini. Kita tidak bicara fraksi, tapi Badan Anggaran. Dan saat ini adalah momentum penting untuk membahas anggaran. Mari kita berikan kesempatan Menteri Keuangan untuk berbicara. Bagaimanapun juga, Sri Mulyani adalah bendahara negara yang sah. Mari teman-teman berpikir secara arif dan tidak terjadi politicking di sini,” ujarnya.

Interupsi pun masih terus terjadi. Kubu pro dan kubu kontra terus saja saling mempertahankan argumennya. Sementara itu, Sri Mulyani hanya bisa berdiam diri. Sesekali dia berbincang-bincang dengan Kepala Bappenas Armida Alisjahbana dan pejabat Bank Indonesia. Adu argumen pun akhirnya bisa dilerai oleh Ketua Banggar Harry Azhar Aziz.

Harry mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengirimkan surat ke Banggar yang intinya menugaskan Menteri Keuangan untuk membahas APBN Perubahan 2010. Harry pun menawarkan agar rapat terus berjalan dan pokok-pokok keberatan kubu yang pro-boikot akan dijadikan catatan saja.

Walau sedikit alot, akhirnya hal itu disetujui. Harry pun dengan sigap mengetok palu. Atas putusan ini, Bambang, Desmon, dan Erick memutuskan untuk walk out.

Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2010/04/09/16325957/Tiga.Anggota.DPR.Boikot.Sri.Mulyani

Iklan