Tag

, , , , ,

Selasa, 6 Juli 2010 15:34 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Salah seorang politisi Partai Gerindra yang juga anggota Komisi III DPR — membidangi masalah hukum dan HAM — Desmond J Mahesa membantah pernyataan Yusril Ihza Mahendra yang menyatakan dirinyalah pertama kali mengungkap soal dugaan Jaksa Agung menerima suap sebesar 3 juta dolar Amerika Serikat.

“Saya tidak pernah ngomong begitu. Entah dari mana Pak Yusril mendapatkan informasi itu. Dalam pertemuan kami dengan Jaksa Agung, juga tidak pernah berbicara itu. Yang kami bicarakan soal lain,” kata Desmond saat dikonfirmasi tribunnews.com, Selasa (6/7/2010).

Desmond membenarkan, ia bersama ke lima anggota Komisi III DPR lainnya, pada tanggal 14 Juni bertemu Jaksa Agung di Kantor Kejaksaan Agung. Namun, pertemuan tersebut hanyalah silaturahmi saja dan bukan secara khusus membicarakan soal kasus Sisminbakum, ataupun soal ancaman membuka isu suap kepada Jaksa Agung.

“Pertemuan kami, hanya sebatas silaturahmi saja jelang reses. Tidak ada ancam mengancam apapun. Jadi, saya juga tidak tahu Yusril dapat informasi itu dari mana. Saya sama sekali tidak pernah ngomong soal isu suap,” Desmond menegaskan.

Desmond kemudian menjelaskan, selain dirinya, yang sempat bertemu dengan Jaksa Agung pada 14 Juni antara lain, Ahmad Yani (PPP), Bambang Soesatyo (Golkar), Syarifuddin Suding (Hanura), Herman Heri (PDI-P), serta Ahmad Rubai (PAN)

Sebelumnya, Yusril Ihza Mahendra, membantah kalau ia menuding Jaksa Agung Hendarman Supandji menerima suap sebesar 3 juta dollar AS dan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi menerima 7 juta dollar AS.

Yusril mengatakan, sebelum tudingan kepada Hendarman mencuat, sudah ada anggota DPR Desmon J Mahesa mengungkap itu.

“Sewaktu Desmon diwawancara di radio, ia sudah sebut soal adanya dugaan suap kepada Jaksa Agung. Jadi, bukan saya yang mengungkap pertama kali,” kata  Yusril kepada tribunnews.com.

Soal enam anggota DPR mendatangi Jaksa Agung, Yusril mengaku mendapat informasi dari adik Hendarman Supandji yang menceritakan bahwa kakaknya didatangi beberapa anggota DPR RI terkait isu adanya suap kepada Hendarman dan Sudi Silalahi.

Desmond. J Mahesa kemudian mengungkapkan lagi terkait  rencana rapat dengar pendapat (RDP) dengan Jaksa Agung Hendarman Supanji setelah reses selesai, pertengahan Juli mendatang. Desmond menyatakan, salah satu agenda RDP dengan Jaksa Agung Hendarman Supanji, salah satunya adalah untuk mempertanyakan kasus Sisminbaskum yang kini ditangani.

“Komisi III DPR, perlu mendapatkan penjelasan secara rinci oleh Jaksa Agung, yang kini sudah menetapkan Yusril Ihza Mahendra dan  pengusaha Hartono Tanoesudibyo sebagai tersangka. Hal lain yang juga akan kita pertanyakan adalah masalah isu dugaan suap sebesar 3 juta dolar Amerika Serikat kepada Jaksa Agung,” kata Desmond.

Sumber: http://www.tribunnews.com/nasional/2010/07/06/desmond-bantah-pernah-ungkap-isu-suap-jaksa-agung

Iklan