Tag

, , ,

Minggu, 15 Agustus 2010 22:21 WIB
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rachmat Hidayat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –
Meski dicekal bepergian ke luar negeri, Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek dan keluarga berencana menunaikan ibadah umroh di bulan Ramadhan ini. Rencana ini, diketahui setelah salah seorang anggota Komisi III DPR, Desmon J Mahesa (Gerindra), menunjukkan pesan singkat atau SMS Awang  Faroek yang dikirimkan kepadanya saat ditemui Tribunnews.com, Minggu (15/8).

Berikut pesan singkat Awang Faroek kepada Desmond J Mahesa. “Insyaallah saya tgl 20 Agst sd 29 Agst yad (yang akan datang), saya/klg akan menunaikan Ibadah Umroh ke Tanah Suci. Surat ijin Mendagri sdh ada No 855/3203/SJ tgl 9 Agustus 2010.
2. Direktur Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian dgn Suratnya No IMI.5.GR.02.05-3.0521 tgl 29 Juli 2010, melakukan Pencegahan kepada saya ke Luar Negeri.
3. Mohon bantuannya memintakan ijin agar dapat menunaikan Ibadah Umroh di bulan Ramadhan ini. Atas bantuan Bapak, saya ucapkan terima kasih

Diberitakan sebelumnya, Awang Faroek Ishak yang pernah menjabat sebagai mantan Bupati Kutai Timur, resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi pengelolaan dana hasil penjualan saham PT Kaltim Prima Coal atau KPC milik Pemerintah Daerah Kutai Timur oleh PT Kutai Timur Energi. Penetapan tersangka terhadap Awang yang kini menjabat Gubernur Kalimantan Timur berdasar Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-82/F.2/Fd.1/7/2010 tanggal 6 Juli 2010.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Muh Amari menyebut Awang sebagai pelaku utamanya. Kejaksaan Agung juga sudah mengajukan surat pencekalan ke pihak Imigrasi agar Awang Faroek tak bisa ke luar negeri.

Desmond J Mahesa kemudian menandaskan, tidak ada alasan bagi Imigrasi untuk melarang Awang Faroek melaksanakan umroh bersama keluarga. Secara pribadi, Desmond menyatakan siap memberikan jaminan agar Awang Faroek bisa melaksanakan umroh ke tanah suci bersama keluarga.

“Saya akan memohon kepada Imigrasi dan Kejaksaan Agung agar mengizinkan Pak Awang melaksanakan umroh. Kalau pencekalan itu, karena seseorang ditakutkan akan melarikan diri. Tapi, apa yang dilakukan oleh Pak Awan kan umroh, untuk beribadah. Kalau tidak diizinkan, maka telah terjadi pelanggaran HAM. Apa melaksanakan ibadah ke tanah suci itu dianggap cara untuk melarikan diri? Kan tidak,” papar Desmond.(*)

Sumber: http://www.tribunnews.com/nasional/2010/08/15/meski-dicekal-awang-faroek-ingin-umroh-bersama-keluarga

Iklan