Tag

, , ,

MAFIA PAJAK
Penyelidikan Kasus Gayus Dipertanyakan
Penulis: Sandro Gatra | Sabtu, 31 Juli 2010 | 19:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Penyelidikan kasus mafia pajak Gayus Halomoan Tambunan di Bareskrim Mabes Polri dipertanyakan. Pasalnya, hingga saat ini, belum ada tersangka dari perusahaan yang menyuap Gayus saat bekerja di Direktorat Jenderal Pajak.

“Kan kita tahu ada 44 perusahaan (yang diduga suap Gayus). Ini tidak nongol. Kenapa tidak disidik?” lontar Anggota Komisi III DPR, Desmon J Mahesa, di Jakarta, Sabtu (31/7/2010).

Desmon juga mempertanyakan tidak dijeratnya mantan pimpinan Gayus di Ditjen Pajak. “Tidak mungkin seorang Gayus bisa mengurus pajak-pajak perusahaan besar dan terbatas pada dia yang dapat (suap). Pasti ini atasannya. Persoalannya, atasannya tersentuh ngga saat ini? Ini pasti sepengetahuan Dirjen Pajak karena konglomerat ini berteman dengan Dirjennya, maka dikirim lah Gayus,” ucap dia.

“Institusi ini institusi yang sangat korup. Maka statemen saya jelas, tidak ada orang di kepolisian dan kejaksaan seperti yang diharapkan. Kalau sudah nongol orang dan nongol angka (uang), selesai persoalan,” tambah anggota dari Fraksi Gerindra itu.

Seperti diberitakan, penyidik mengaku belum menetapkan Gayus sebagai tersangka dugaan terlibat mafia pajak serta dugaan menerima suap. Penyidik baru menjerat Gayus terkait mafia kasus senilai Rp 28 miliar. Penyidik telah menyita harta senilai Rp 74 miliar yang diduga hasil tindak pidana dari safety box milik Gayus. Namun, tidak jelas asal-usul uang itu.

Penyidik baru menetapkan dua oknum Dirjen Pajak sebagai tersangka yakni Humala Napitupulu dan Maruli Pandapotan Manurung. Keduanya telah ditahan.

Sumber: http://oase.kompas.com/read/2010/07/31/19285282/function.file-get-contents

Iklan