Tag

, , ,

Senin, 30 Agustus 2010 16:19 WIB
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ade Mayasanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Komisi III DPR RI terbelah menyikapi dua kandidat ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto dan Busyro Muqoddas.

Anggota Komisi III asal Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) terang benderang meletakkan dukungan kepada Bambang Widjojanto.

“Hanya orang yang cenderung korup yang tidak pilih Bambang,” ujar anggota DPR asal Gerindra Desmond J Mahesa di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (30/8/2010).

Desmond mengaku, mengetahui jejak rekam Bambang sewaktu memimpin Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

“Kita dukung Bambang karena (kami) tahu sewaktu dia memimpin YLBHI,” ucapnya.

Lain halnya dengan Edi Ramli Sitanggang. Anggota Komisi Hukum asal Partai Demokrat ini justru menjatuhkan pilihannya ke Busyro.

“Hak individu saya akan pilih Busyro. Saya memiliki jejak rekam Bambang yang akan saya konfirmasi (saat fit and proper test),” urainya.

Edi mengaku, bakal mempertanyakan seputar sepak terjang pekerjaan Bambang selaku pengacara.

“Pertanyaannya, apakah Bambang pernah membela koruptor selama ini,” urainya seraya mengakui, memiliki dokumen jejak rekam Bambang maupun Busyro selama ini.

“Masing-masing anggota dewan tentu mempersiapkan dokumen,” jelasnya.

Sementara itu, anggota Fraksi PPP Ahmad Yani memilih belum bersikap. Sikap PPP bakal mencuat selepas uji kelayakan dan kepatutan digelar di Komisi III DPR.

“Kita belum menentukan sikap. Dua-duanya terbaik. Sikap bisa berubah di detik-detik terakhir,” sergahnya.

Bambang Widjojanto dikenal sebagai advokat dan aktivis kemitraan. Sementara, Busyro Muqoddas adalah dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, dan Ketua Komisi Yudisial.

Bambang dan Busyro direkomendasikan Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK, Jumat kemarin kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (Tribunnews.com/ade mayasanto)

Sumber: http://www.tribunnews.com/nasional/2010/08/30/dpr-terbelah-sikapi-calon-ketua-kpk-bambang-busyro

Iklan