Tag

, , , ,

Senin, 20 September 2010 14:47 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anggota Komisi III DPR (bidang hukum dan keamanan) Desmond J Mahesa, meminta Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus (Jampidsus) M Amari tidak memanfaatkan kasus Sistem Administrasi Bidang Hukum (Sisminbakum) guna menaikkan popularitasnya sebagai salah satu calon Jaksa Agung menggantikan Hendarman Supandji.

“Sebaiknya Amari jangan menggunakan kasus-kasus yang ditangani sebagai jalan untuk meningkatkan popularitasnya,” kata Desmond kepada wartawan, Senin (20/9/2010).

Desmond menyebut Amari pilih-pilih kasus. Dia membandingkan dengan kasus dugaan korupsi penggunaan dana Bank Pembangunan Daerah senilai Rp 270 miliar yang dilakukan mantan Bupati Kutai Kartanegara yang kini menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faruk.

“Awang Faruk sudah tersangka, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan kasusnya di Kejaksaan Agung. Malah Awang yang sudah dicekal malah diizinkan umroh,” ujarnya.

Politisi dari Partai Gerindra itu menduga, Amari memakai kasus Sisminbakum sebagai manuver karena kasus ini menyita perhatian masyarakat, terlebih kasus ini juga melibatkan mantan Menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Manhendra.

Upaya menaikkan popularitas itu, kata Desmond, terlihat dari usahanya untuk mengembalikan uang Sisminbakum ratusan miliar. Ini adalah upayanya untuk menaikkan citra dirinya mampu mengembalikan uang negara.

“Padahal seperti kita ketahui bahwa itu bukan uang negara tapi uang masyarakat yang dikutip karena memanfaatkan fasilitas Sisminbakum,” kata Desmond.

Sumber: http://www.tribunnews.com/nasional/2010/09/20/calon-jaksa-agung-jangan-manfaatkan-kasus-sisminbakum

Iklan