Tag

, , , ,

Rabu, 22 September 2010 | 11:43

JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) akan memeriksa pengusaha Hary Tanoesudibjo pada Kamis (23/9). Harry Tanoe akan diperiksa sebagai saki dalam kasus Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum).

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) M Amari mengatakan, pihaknya belum bisa menentukan apakah Hary akan ditetapkan sebagai tersangka. “Kalau kemungkinan ditetapkan sebagai tersangka, kami belum bisa berandai-andai. Saat ini, posisi Hary Tanoe akan dipanggil sebagai saksi,” katanya di Jakarta, Senin (20/9).

Menurutnya, adik Hartono Tanoesudibjo itu dipanggil sebagai saksi, karena waktu penandatanganan proyek Sisminbakum, Hary Tanoe ada di sana. Kehadiran Hary Tanoe terlihat dari foto yang diambil saat itu.

“Untuk membuat terang tindak pidana yang terjadi Hary Tanoe dijadikan saksi,” ujar mantan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) itu. Selain itu, Amari juga mengatakan, Kejaksaan masih akan mengkaji kembali keterlibatan PT Bhakti Investama dalam kasus yang diduga merugikan negara Rp 420 miliar.

Sementara itu, Amari menyatakan, ada kemungkinan Hary Tanoe mengetahui mengenai pencairan uang terkait Sisminbakum. Sebab, ditemukan tanda tangan Hary Tanoe dalam salah satu bukti pencairan uang.

Sementara itu, anggota Komisi III DPR Desmond J Mahesa menilai, Amari menggunakan kasus Sisminbakum untuk mendongkrak popularitasnya terkait pencalonan Jaksa Agung. Dia mengatakan, ada indikasi kuat bahwa Amari menggunakan kasus ini agar namanya dilirik sebagai figur yang cocok menggantikan Hendarman Supandji, yang akan memasuki masa pensiun pada Oktober mendatang.

“Asumsi saya dan masyarakat sudah sangat jelas. Terlihat kalau Amari menggunakan kasus-kasus yang ditangani sebagai tunggangan untuk menaikkan popularitasnya,” kata Desmond. Dikatakan, Amari menggunakan kasus Sisminbakum itu sebagai manuver politik, karena kasus ini menyita perhatian masyarakat. Apalagi, kasus ini juga melibatkan mantan Menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra.

Politisi dari Partai Gerindra itu menyebut Amari pilih-pilih kasus. Dia membandingkan dengan kasus dugaan korupsi penggunaan dana Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebesar Rp 270 miliar yang dilakukan mantan Bupati Kutai Kartanegara, yang kini menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Timur Awang Faruk. [NOV/L-8]

Sumber: http://www.suarapembaruan.com/home/kasus-sisminbakum-pekan-ini-kejaksaan-periksa-hary-tanoe/36

Iklan